Total Pageviews

Popular Posts

PENCINTA MAUT SYAHID

Bismillah hir rahman nirrahim..<3<3<3
Islam merupakan ajaran yang tidak sahaja mengatur  urusan kehidupan manusia di dalam kehidupannya di dunia. Islam mengatur kehidupan seseorang hingga persiapannya menuju alam berikutnya, iaitu Akhirat. Bahkan Islam menganjurkan setiap Muslim agar mengupayakan bentuk kematian yang paling mulia, iaitu mati syahid.  Mati syahid secara umum berarti mati dalam perjuangan menegakkan agama Allah sebagai akibat pembunuhan oleh pihak musuh, iaitu kaum kuffar di medan perang.

Namun selain itu, Nabi shollallahu ’alaih wa sallam juga menyebutkan beberapa bentuk kematian yang bisa mengantarkan seseorang kepada darjat mati sebagai syuhada'. Misalnya orang yang meninggal karena tenggelam atau saat sedang mempertahankan hartanya yang dirampas para perompak atau mati karena terkena wabak atau seorang wanita yang sedang berjuang melahirkan bayinya.

SYUHADA' SYEIKH AHAMAD YASSIN


Di antara kisah menarik soal mati syahid ialah pengalaman Umar bin Khattab radhiyallahu ’anhu. Ketika Khalifah Umar radhiyallahu ’anhu sedang wukuf di Arafah ia membaca doa sebagai berikut:

                 اللَّهُمَّ إِنِّي أَسْأَلُكَ شَهَادَةً فِي سَبِيلِكَ وَوَفَاةً بِبَلَدِ رَسُولِكَ

 “Ya Allah aku mohon mati syahid di jalanMu dan wafat di negeri RasulMu (Madinah)” (HR Malik 878)

Sepulangnya beliau dari menunaikan ibadah Haji beliau menceritakan soal doanya kepada salah seorang sahabat di Madinah. Maka sahabat tersebut berkomentar: “Wahai Khalifah, jika engkau berharap mati syahid maka tidak mungkin di sini. Pergilah keluar untuk berjihad, niscaya engkau bakal menemuinya.”

Dengan ringan Umar radhiyallahu ’anhu menjawab: ”Aku telah mengajukannya kepada Allah. Terserah Allah.”


Keesokan paginya, saat Umar radhiyallahu ’anhu  mengimami sholat Subuh di masjid, tiba-tiba dalam kegelapan waktu pagi itu seorang pengkhianat Majusi bernama Abu Lu’lu’ah menghunuskan kerisnya ke tubuh mulia sang Khalifah yang menyebabkan beliau mendapat tiga tusukan dalam dan tubuhnya pun rebah di samping mihrab. Abdurrahman bin Auf radhiyallahu ’anhu segera menggantikan posisi Imam sholat melanjutkan hingga selesai sambil menangis mengkhawatirkan nasib Umar radhiyallahu ’anhu.

Maka tidak lama sesudah itu Umarpun menghembuskan nafas terakhir. Beliau syahid di jalan Allah. Beliau wafat dalam keadaan sedang  memimpin sholat kaum Muslimin. Subhanallah...!!!

Berdasarkan riwayat ini, kita dapat menyimpulkan bahwa mengharapkan mati syahid di jalan Allah merupakan suatu perbuatan yang dianjurkan dalam Islam. Bahkan ia merupakan kejadian yang dinanti-nantikan sehingga dituangkan dalam bentuk doa oleh para pendahulu kita.

Asy-Syahid Abdul Aziz Ar-Rantisi, misalnya. Ia merupakan salah seorang pemimpin Hamas di Gaza, Palestina. Hanya beberapa waktu sebelum beliau wafat dalam sebuah wawancara beliau berkata: ”Setiap orang pasti menemui kematian. Kematian bisa datang dalam aneka bentuk. Andai aku boleh memilih, aku berharap mati syahid di jalan Allah dalam bentuk dirudal oleh helikopter Apache pasukan Yahudi Zionis Israel.” Beberapa waktu kemudian beliau benar-benar dirudal pasukan Zionis oleh helikopter Apache sebagaimana yang ia sendiri cita-citakan. Abdul Aziz Rantisi menemui mati syahid di jalan Allah. Subhanallah..!!

Saudaraku, marilah kita tanamkan dalam diri kerinduan untuk mati syahid di jalan Allah. Sebab itu merupakan bentuk kematian yang paling mulia. Marilah kita awali dengan membiasakan diri sering-sering berdoa kepada Allah untuk meraih mati syahid di jalanNya. Setiap orang pasti mengalami kematian. Marilah kita memohon kepada Allah agar ruh kita dijemput  dalam bentuk terbaik iaitu mati syahid di jalan Allah.

Memang kita hidup di negeri dimana perang tidak sedang berkecamuk.Sementara itu, kemungkinannya sangat tipis untuk bisa bergabung dengan Mujahidin di Afghanistan, Irak atau Palestina misalnya. Maka menghadapi keadaan seperti ini kita harus optimis bahwa rezeki mati syahid tetap terbuka. Sebab Nabi shollallahu ’alaih wa sallam bersabda:


مَنْ سَأَلَ اللَّهَ الشَّهَادَةَ بِصِدْقٍ بَلَّغَهُ اللَّهُ مَنَازِلَ الشُّهَدَاءِ وَإِنْ مَاتَ عَلَى فِرَاشِهِ

“Barangsiapa memohon dengan jujur kepada Allah agar  mati syahid, maka Allah akan sampaikan ia kepada kedudukan para syuhada walaupun ia mati di atas ranjangnya.” (HR Muslim 3532)


Post a Comment

Google+ Badge

SAY ASSALAMUALAIKUM, MOGA ALLAH REDHA

SAY ASSALAMUALAIKUM, MOGA ALLAH REDHA
Tutorials">box


Shoutbox

Followers

Google+ Followers

Follow by Email















MATA PENA








saya sayang mak abah




















































ALLAHU ALLAH











MATA PENA










NAFS





SHAHIDA AMIRA ISMAIL
INTERNATIONAL ISLAMIC COLLEGE
DIPLOMA IN ISLAMIC CONTEMPORARY
SHAHIDA AMIRA ISMAIL
INTERNATIONAL ISLAMIC COLLEGE
DIPLOMA IN ISLAMIC CONTEMPORARY
~PART TIME QASEH GOLD DISTRIBUTOR, PRODUCT SUNNAH NUTRITION FOOD



♥ SYUKRAN JAZILAN YA UKHTANA WA SHABAB! ♥

PENCINTA MAUT SYAHID

Bismillah hir rahman nirrahim..<3<3<3
Islam merupakan ajaran yang tidak sahaja mengatur  urusan kehidupan manusia di dalam kehidupannya di dunia. Islam mengatur kehidupan seseorang hingga persiapannya menuju alam berikutnya, iaitu Akhirat. Bahkan Islam menganjurkan setiap Muslim agar mengupayakan bentuk kematian yang paling mulia, iaitu mati syahid.  Mati syahid secara umum berarti mati dalam perjuangan menegakkan agama Allah sebagai akibat pembunuhan oleh pihak musuh, iaitu kaum kuffar di medan perang.

Namun selain itu, Nabi shollallahu ’alaih wa sallam juga menyebutkan beberapa bentuk kematian yang bisa mengantarkan seseorang kepada darjat mati sebagai syuhada'. Misalnya orang yang meninggal karena tenggelam atau saat sedang mempertahankan hartanya yang dirampas para perompak atau mati karena terkena wabak atau seorang wanita yang sedang berjuang melahirkan bayinya.

SYUHADA' SYEIKH AHAMAD YASSIN


Di antara kisah menarik soal mati syahid ialah pengalaman Umar bin Khattab radhiyallahu ’anhu. Ketika Khalifah Umar radhiyallahu ’anhu sedang wukuf di Arafah ia membaca doa sebagai berikut:

                 اللَّهُمَّ إِنِّي أَسْأَلُكَ شَهَادَةً فِي سَبِيلِكَ وَوَفَاةً بِبَلَدِ رَسُولِكَ

 “Ya Allah aku mohon mati syahid di jalanMu dan wafat di negeri RasulMu (Madinah)” (HR Malik 878)

Sepulangnya beliau dari menunaikan ibadah Haji beliau menceritakan soal doanya kepada salah seorang sahabat di Madinah. Maka sahabat tersebut berkomentar: “Wahai Khalifah, jika engkau berharap mati syahid maka tidak mungkin di sini. Pergilah keluar untuk berjihad, niscaya engkau bakal menemuinya.”

Dengan ringan Umar radhiyallahu ’anhu menjawab: ”Aku telah mengajukannya kepada Allah. Terserah Allah.”


Keesokan paginya, saat Umar radhiyallahu ’anhu  mengimami sholat Subuh di masjid, tiba-tiba dalam kegelapan waktu pagi itu seorang pengkhianat Majusi bernama Abu Lu’lu’ah menghunuskan kerisnya ke tubuh mulia sang Khalifah yang menyebabkan beliau mendapat tiga tusukan dalam dan tubuhnya pun rebah di samping mihrab. Abdurrahman bin Auf radhiyallahu ’anhu segera menggantikan posisi Imam sholat melanjutkan hingga selesai sambil menangis mengkhawatirkan nasib Umar radhiyallahu ’anhu.

Maka tidak lama sesudah itu Umarpun menghembuskan nafas terakhir. Beliau syahid di jalan Allah. Beliau wafat dalam keadaan sedang  memimpin sholat kaum Muslimin. Subhanallah...!!!

Berdasarkan riwayat ini, kita dapat menyimpulkan bahwa mengharapkan mati syahid di jalan Allah merupakan suatu perbuatan yang dianjurkan dalam Islam. Bahkan ia merupakan kejadian yang dinanti-nantikan sehingga dituangkan dalam bentuk doa oleh para pendahulu kita.

Asy-Syahid Abdul Aziz Ar-Rantisi, misalnya. Ia merupakan salah seorang pemimpin Hamas di Gaza, Palestina. Hanya beberapa waktu sebelum beliau wafat dalam sebuah wawancara beliau berkata: ”Setiap orang pasti menemui kematian. Kematian bisa datang dalam aneka bentuk. Andai aku boleh memilih, aku berharap mati syahid di jalan Allah dalam bentuk dirudal oleh helikopter Apache pasukan Yahudi Zionis Israel.” Beberapa waktu kemudian beliau benar-benar dirudal pasukan Zionis oleh helikopter Apache sebagaimana yang ia sendiri cita-citakan. Abdul Aziz Rantisi menemui mati syahid di jalan Allah. Subhanallah..!!

Saudaraku, marilah kita tanamkan dalam diri kerinduan untuk mati syahid di jalan Allah. Sebab itu merupakan bentuk kematian yang paling mulia. Marilah kita awali dengan membiasakan diri sering-sering berdoa kepada Allah untuk meraih mati syahid di jalanNya. Setiap orang pasti mengalami kematian. Marilah kita memohon kepada Allah agar ruh kita dijemput  dalam bentuk terbaik iaitu mati syahid di jalan Allah.

Memang kita hidup di negeri dimana perang tidak sedang berkecamuk.Sementara itu, kemungkinannya sangat tipis untuk bisa bergabung dengan Mujahidin di Afghanistan, Irak atau Palestina misalnya. Maka menghadapi keadaan seperti ini kita harus optimis bahwa rezeki mati syahid tetap terbuka. Sebab Nabi shollallahu ’alaih wa sallam bersabda:


مَنْ سَأَلَ اللَّهَ الشَّهَادَةَ بِصِدْقٍ بَلَّغَهُ اللَّهُ مَنَازِلَ الشُّهَدَاءِ وَإِنْ مَاتَ عَلَى فِرَاشِهِ

“Barangsiapa memohon dengan jujur kepada Allah agar  mati syahid, maka Allah akan sampaikan ia kepada kedudukan para syuhada walaupun ia mati di atas ranjangnya.” (HR Muslim 3532)


Post a Comment

GARDEN OF KNOWLEDGE

Pautan luar