Total Pageviews

Popular Posts

Saya Normal :Normal Saya




Melangkah ke alam 20-an sememangnya membawa insan bernama remaja untuk berfikir lebih jauh mengenai erti sebuah kehidupan. Terbentang dihadapannya seribu satu pilihan yang akan menentukan corak masa hadapan. Semuanya terletak di tangan masing-masing. Pilihan yang mana harus digarap terlebih dahulu. 

Pelajaran, perhubungan, percintaan, perkahwinan adalah topik-topik yang takkan pernah lari dalam perbualan remaja normal seperti saya. Sering saya sendiri berkongsi cerita dengan Mak saya setiap kali berbual "MAk, kawan-kawan kakak dah kahwin!" jawapan yang diterima, "Belajar dululah kak..". Niat di hati sengaja saya mahu bercerita, namun respon yang diterima berbeza pula. Saya tahu, mak mahu saya fokus dalam pelajaran terlebih dahulu. Usah bermain-main dengan perasaan. 

Pernah juga saya bercerita lagi kepada Mak, "Mak, semalam ada seorang kawan akak, dia chatting di ruangan sesawang "Facebook" budak laki ni mulakan perbualan.. Salam sayang..pelik akak dibuatnya, macam bukan pelajar agama. Kalau tengah bercinta memang macam tu ya? "

" Mana ada erti cinta sebelum kahwin. Kalau dah berdua dalam "Facebook", samalah juga macam duduk berdua bersama-sama tanpa orang lain. Yang ketiga siapa? Mestilah SYAITAN bukan?"

pesan Mak, " Kalau nak dapat anak soleh tu mesti permulaannya baik dan betul"

Tipulah kalau saya cakap saya tak pernah rasa suka dengan seseorang. 
Perempuan memang cepat jatuh hati, ok. Sangat bahaya!.


Sangat normal untuk seseorang itu jatuh hati/taruh perasaan/minat dengan orang lain. Saya tidak terkecuali. :)  Ya, saya berkongsi cerita dengan Mak yang tercinta. 


Macam mana saya boleh asyik, suka, minat. Pesan mak pada saya, solat tahajjud minta Allah tetapkan hati.

Tetapi dalam masa yang sama, saya takut kalau-kalau saya menjadi fitnah kepada saudara tersebut. Kakak kena doa pd Allah mcm ni,

Ya Allah aku mohon ampun sekiranya perlakuan ku menyebabkan dosa kepada saudaraku itu. 



Saya takut saya ini melalaikan saudara saya daripada Allah. Memang kena rasa macam tu, supaya kita takut dengan Allah. Doa pada Allah supaya hati kita terpelihara daripada gangguan syaitan tu. 


Saya takut perasaan minat saya hanyalah membuatkan saya lebih jauh daripada Allah. T__T

Kalau ada teringat2 tu cepat istighfar. Selagi tak ada yang sohih jangan rosakkan hati kita.

Resah, gelisah, semuanya bergaul dalam diri. Saya seolah-olah mahu menafikan rasa suka saya terhadap saudara tersebut. Tiba-tiba rasa cemburu dengan kawan-kawan yang  rapat dengannya. Rasa insecure. Rasa mahu cepat-cepat uraikan belitan perasaan ini.


Diakah untuk saya?

Siapa saya untuk dia?

Kalau dia pun suka sama suka dengan saya, apa perlu saya buat?

Saya takut saya akan turut "bercinta" seperti kawan saya yang lain.

Nah, mungkin saya pula akan teruji begitu?. SAYA TAKUT!

Serabut sangat perasaan itu. Rencana Allah itu indah. Rupanya Allah lontarkan masalah yang serupa kepada seorang sahabat di Mesir. Kami punya fikrah yang sama. Masing-masing takut dengan perasaan INI. 

Sedang berlari-lari melalui hari dalam perasaan INI, banyak pula post dan artikel mengenai cinta bertebaran di laman web kunjungan saya. Banyak juga tazkirah dan peringatan mengenai perihal cinta. Saya dan sahabat selalu bertukar cerita, selalu mengingatkan diri masing-masing tentang matlamat hidup anak perantauan menuntut ilmu. 

Sehinggalah hati saya ini terusik dengan serangkap kata-kata hikmah yang akhirnya menenangkan gundah tak sudah.

Jika mahu mendapatkan yang soleh,
kurangkan agenda menCARI Si Soleh,
tetapi berusahalah menJADI yang solehah.

Bertemu yang soleh, belum tentu kekal, mungkin boleh berubah solehnya.
Kerana Si Soleh adalah insan biasa.

Perkahwinan adalah sebuah proses menJADI dan bukannya menCARI.

Orang kata, cinta itu tidak semestinya memiliki bukan?. 
Lebih baik Cinta Dalam Diam.
Cinta Dalam Diam :


Bila belum bersedia melangkah lebih jauh dengan seseorang, cukup cintai ia dalam diam ...
Karena diammu adalah salah satu bukti cintamu padanya ...
Kau ingin memuliakan dia, dengan tidak mengajaknya menjalin hubungan yang terlarang,
Kau tak mau merosak kesucian dan penjagaan hatinya..
Karena diammu memuliakan kesucian diri dan hatimu..
Menghindarkan dirimu dari hal-hal yang akan merusak izzah dan iffahmu ..
Karena diammu bukti kesetiaanmu padanya ..
Karena mungkin saja orang yang kau cinta adalah juga orang yang telah ALLAH swt pilihkan untukmu ...
Ingatkah kalian tentang kisah Fatimah dan Ali??
Yang keduanya saling memendam apa yang mereka rasakan ...
Tapi pada akhirnya mereka dipertemukan dalam ikatan suci nan indah ....
Karena dalam diammu tersimpan kekuatan ... kekuatan harapan ...
Hingga mungkin saja Allah akan membuat harapan itu menjadi nyata hingga cintamu yang diam itu dapat berbicara dalam kehidupan nyata ...
Bukankah Allah tak akan pernah memutuskan harapan hamba yang berharap pada-Nya??
Dan jika memang 'Cinta Dalam Diammu'  itu tak memiliki kesempatan untuk berbicara di dunia nyata, biarkan ia tetap diam ...
Jika dia memang bukan milikmu, Allah, melalui waktu akan menghapus 'Cinta Dalam Diammu' itu dengan memberi rasa yang lebih indah dan orang yang tepat ...
Biarkan 'Cinta Dalam Diammu'  itu menjadi memori tersendiri dan sudut hatimu menjadi rahsia antara kau dengan Sang Pemilik hatimu ...
Cintailah ia dalam diam, dari kejauhan, dengan kesederhanaan dan keikhlasan...
Ketika cinta kini hadir tidaklah untuk Yang Maha Mengetahui saat secercah rasa tidak lagi tercipta untuk Yang Maha Pencipta izinkanlah hati bertanya untuk siapa ia muncul dengan tiba-tiba...mungkinkah dengan ridha-Nya atau hanya mengundang murka-Nya...
Jika benar cinta itu karena Allah maka biarkanlah ia mengalir mengikuti aliran Allah karena hakikatnya ia berhulu dari Allahmaka ia pun berhilir hanya kepada Allah..
" Dan segala sesuatu Kami ciptakan berpasang-pasangan supaya kamu mengingat kebesaran Allah ." (QS. Adz Dzariyat:49)
" Dan kawinkanlah orang-orang yang sendirian diantara kamu, dan orang-orang yang layak (berkawin) dari hamba-hamba sahayamu yang lelaki dan hamba-hamba sahayamu yang perempuan. Jika mereka miskin Allah akan memampukan mereka dengan kurnia-Nya. Dan Allah Maha luas(pemberian-Nya) lagi Maha Mengetahui. " (QS. An Nuur: 32)
" Dan di antara tanda-tanda kekuasaan-Nya ialah Dia menciptakan untukmu isteri-isteri dari jenismu sendiri, supaya kamu cenderung dan merasa tenteram kepadanya, dan dijadikan-Nya diantaramu rasa kasih dan sayang. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda bagi kaum yang berfikir. "  (QS. Ar-Ruum:21)
Tapi jika memang kelemahan masih nyata dipelupuk mata maka bersabarlah... berdo'alah... berpuasalah...
" Wahai kaum pemuda, siapa saja diantara kamu yang sudah sanggup untuk menikah, maka menikahlah, sesungguhnya menikah itu memelihara mata, dan memelihara kemaluan, maka bila diantara kamu belum sanggup untuk menikah, berpuasalah, karena ssungguhnya puasa tersebut sebagai penahannya " (Hadist) "
" Dan janganlah kamu mendekati zina; sesungguhnya zina itu adalah suatu perbuatan yang keji. Dan suatu jalan yang buruk. " (QS. Al Israa' :32)
Cukup cintai ia dalam diam...
bukan karena membenci hadirnya.. .tapi menjaga kesuciannya bukan karena menghindari dunia... tapi meraih surga-Nya bukan karena lemah untuk menghadapinya.. .tapi menguatkan jiwa dari godaan syaitan yang begitu halus dan menyelusup..
Cukup cintai ia dari kejauhan...
karena hadirmu tiada kan mampu menjauhkannya dari cobaan karena hadirmu hanya akan menggoyahkan iman dan ketenangan karena hadirmu mungkin saja akan membawa kenelangsaan hati-hati yang terjaga...
Cukup cintai ia dengan kesederhanaan...
memupuknya hanya akan menambah penderitaan menumbuhkan harapan hanya akan mengundang kekecewaan mengharapkan balasan hanya akan membumbui kebahagiaan para syaitan...
Maka cintailah ia dengan keikhlasan...
karena tentu kisah Fatimah dan Ali bin Abi Thalib diingini oleh hati... tapi sanggupkah jika semua berakhir seperti sejarah cinta Salman Al Farisi...?
"...boleh jadi (pula) kamu menyukai sesuatu, padahal ia amat buruk bagimu. Allah mengetahui, sedang kamu tidak mengetahui. " (QS. AlBaqarah:216) "
" Wanita-wanita yang keji adalah untuk laki-laki yang keji, dan laki-laki yang keji adalah buat wanita-wanita yang keji (pula), dan wanita-wanita yang baik adalah untuk laki-laki yang baik dan laki-laki yang baik adalah untuk wanita-wanita yang baik (pula). Mereka (yang dituduh) itu bersih dari apa yang dituduhkan oleh mereka (yang menuduh itu). Bagi mereka ampunan dan rezki yang mulia (surga)" (QS.An Nuur:26) "
Cukup cintai ia dalam diam dari kejauhan dengan kesederhanaan dan keikhlasan...
karena tiada yang tahu rencana Tuhan... mungkin saja rasa ini ujian yang akan melapuk atau membeku dengan perlahan karena hati ini begitu mudah untuk dibolak-balikan... serahkankan rasa yang tiada sanggup dijadikan halal itu pada Yang Memberi dan Memilikinya biarkan ia yang mengatur semuanya hingga keindahan itu datang pada waktunya...
" Barangsiapa menjaga kehormatan orang lain, pasti kehormatan dirinya akan terjaga. " (Umar bin Khattab ra.)
Artikel iluvislam.com 


Semoga setiap pilihan kita itu dibawah bimbinganNya.

Selalu kita mahukan sesuatu untuk memenuhi kehendak diri kita,

tapi sering kita lupa, Allah tidak akan berikan setiap yang kita mahu tetapi Dia berikan setiap yang kita perlu. 


Jadi, sekarang saya akan fokuskan diri, gandakan usaha untuk menjadi seorang Ummi yang berjaya. 
Kelak kekanda saya akan tiba jua. Kalau bukan di dunia, akan ketemu jua di syurga sana. Biiznillah.. :)
Post a Comment

Google+ Badge

SAY ASSALAMUALAIKUM, MOGA ALLAH REDHA

SAY ASSALAMUALAIKUM, MOGA ALLAH REDHA
Tutorials">box


Shoutbox

Followers

Google+ Followers

Follow by Email















MATA PENA








saya sayang mak abah




















































ALLAHU ALLAH











MATA PENA










NAFS





SHAHIDA AMIRA ISMAIL
INTERNATIONAL ISLAMIC COLLEGE
DIPLOMA IN ISLAMIC CONTEMPORARY
SHAHIDA AMIRA ISMAIL
INTERNATIONAL ISLAMIC COLLEGE
DIPLOMA IN ISLAMIC CONTEMPORARY
~PART TIME QASEH GOLD DISTRIBUTOR, PRODUCT SUNNAH NUTRITION FOOD



♥ SYUKRAN JAZILAN YA UKHTANA WA SHABAB! ♥

Saya Normal :Normal Saya




Melangkah ke alam 20-an sememangnya membawa insan bernama remaja untuk berfikir lebih jauh mengenai erti sebuah kehidupan. Terbentang dihadapannya seribu satu pilihan yang akan menentukan corak masa hadapan. Semuanya terletak di tangan masing-masing. Pilihan yang mana harus digarap terlebih dahulu. 

Pelajaran, perhubungan, percintaan, perkahwinan adalah topik-topik yang takkan pernah lari dalam perbualan remaja normal seperti saya. Sering saya sendiri berkongsi cerita dengan Mak saya setiap kali berbual "MAk, kawan-kawan kakak dah kahwin!" jawapan yang diterima, "Belajar dululah kak..". Niat di hati sengaja saya mahu bercerita, namun respon yang diterima berbeza pula. Saya tahu, mak mahu saya fokus dalam pelajaran terlebih dahulu. Usah bermain-main dengan perasaan. 

Pernah juga saya bercerita lagi kepada Mak, "Mak, semalam ada seorang kawan akak, dia chatting di ruangan sesawang "Facebook" budak laki ni mulakan perbualan.. Salam sayang..pelik akak dibuatnya, macam bukan pelajar agama. Kalau tengah bercinta memang macam tu ya? "

" Mana ada erti cinta sebelum kahwin. Kalau dah berdua dalam "Facebook", samalah juga macam duduk berdua bersama-sama tanpa orang lain. Yang ketiga siapa? Mestilah SYAITAN bukan?"

pesan Mak, " Kalau nak dapat anak soleh tu mesti permulaannya baik dan betul"

Tipulah kalau saya cakap saya tak pernah rasa suka dengan seseorang. 
Perempuan memang cepat jatuh hati, ok. Sangat bahaya!.


Sangat normal untuk seseorang itu jatuh hati/taruh perasaan/minat dengan orang lain. Saya tidak terkecuali. :)  Ya, saya berkongsi cerita dengan Mak yang tercinta. 


Macam mana saya boleh asyik, suka, minat. Pesan mak pada saya, solat tahajjud minta Allah tetapkan hati.

Tetapi dalam masa yang sama, saya takut kalau-kalau saya menjadi fitnah kepada saudara tersebut. Kakak kena doa pd Allah mcm ni,

Ya Allah aku mohon ampun sekiranya perlakuan ku menyebabkan dosa kepada saudaraku itu. 



Saya takut saya ini melalaikan saudara saya daripada Allah. Memang kena rasa macam tu, supaya kita takut dengan Allah. Doa pada Allah supaya hati kita terpelihara daripada gangguan syaitan tu. 


Saya takut perasaan minat saya hanyalah membuatkan saya lebih jauh daripada Allah. T__T

Kalau ada teringat2 tu cepat istighfar. Selagi tak ada yang sohih jangan rosakkan hati kita.

Resah, gelisah, semuanya bergaul dalam diri. Saya seolah-olah mahu menafikan rasa suka saya terhadap saudara tersebut. Tiba-tiba rasa cemburu dengan kawan-kawan yang  rapat dengannya. Rasa insecure. Rasa mahu cepat-cepat uraikan belitan perasaan ini.


Diakah untuk saya?

Siapa saya untuk dia?

Kalau dia pun suka sama suka dengan saya, apa perlu saya buat?

Saya takut saya akan turut "bercinta" seperti kawan saya yang lain.

Nah, mungkin saya pula akan teruji begitu?. SAYA TAKUT!

Serabut sangat perasaan itu. Rencana Allah itu indah. Rupanya Allah lontarkan masalah yang serupa kepada seorang sahabat di Mesir. Kami punya fikrah yang sama. Masing-masing takut dengan perasaan INI. 

Sedang berlari-lari melalui hari dalam perasaan INI, banyak pula post dan artikel mengenai cinta bertebaran di laman web kunjungan saya. Banyak juga tazkirah dan peringatan mengenai perihal cinta. Saya dan sahabat selalu bertukar cerita, selalu mengingatkan diri masing-masing tentang matlamat hidup anak perantauan menuntut ilmu. 

Sehinggalah hati saya ini terusik dengan serangkap kata-kata hikmah yang akhirnya menenangkan gundah tak sudah.

Jika mahu mendapatkan yang soleh,
kurangkan agenda menCARI Si Soleh,
tetapi berusahalah menJADI yang solehah.

Bertemu yang soleh, belum tentu kekal, mungkin boleh berubah solehnya.
Kerana Si Soleh adalah insan biasa.

Perkahwinan adalah sebuah proses menJADI dan bukannya menCARI.

Orang kata, cinta itu tidak semestinya memiliki bukan?. 
Lebih baik Cinta Dalam Diam.
Cinta Dalam Diam :


Bila belum bersedia melangkah lebih jauh dengan seseorang, cukup cintai ia dalam diam ...
Karena diammu adalah salah satu bukti cintamu padanya ...
Kau ingin memuliakan dia, dengan tidak mengajaknya menjalin hubungan yang terlarang,
Kau tak mau merosak kesucian dan penjagaan hatinya..
Karena diammu memuliakan kesucian diri dan hatimu..
Menghindarkan dirimu dari hal-hal yang akan merusak izzah dan iffahmu ..
Karena diammu bukti kesetiaanmu padanya ..
Karena mungkin saja orang yang kau cinta adalah juga orang yang telah ALLAH swt pilihkan untukmu ...
Ingatkah kalian tentang kisah Fatimah dan Ali??
Yang keduanya saling memendam apa yang mereka rasakan ...
Tapi pada akhirnya mereka dipertemukan dalam ikatan suci nan indah ....
Karena dalam diammu tersimpan kekuatan ... kekuatan harapan ...
Hingga mungkin saja Allah akan membuat harapan itu menjadi nyata hingga cintamu yang diam itu dapat berbicara dalam kehidupan nyata ...
Bukankah Allah tak akan pernah memutuskan harapan hamba yang berharap pada-Nya??
Dan jika memang 'Cinta Dalam Diammu'  itu tak memiliki kesempatan untuk berbicara di dunia nyata, biarkan ia tetap diam ...
Jika dia memang bukan milikmu, Allah, melalui waktu akan menghapus 'Cinta Dalam Diammu' itu dengan memberi rasa yang lebih indah dan orang yang tepat ...
Biarkan 'Cinta Dalam Diammu'  itu menjadi memori tersendiri dan sudut hatimu menjadi rahsia antara kau dengan Sang Pemilik hatimu ...
Cintailah ia dalam diam, dari kejauhan, dengan kesederhanaan dan keikhlasan...
Ketika cinta kini hadir tidaklah untuk Yang Maha Mengetahui saat secercah rasa tidak lagi tercipta untuk Yang Maha Pencipta izinkanlah hati bertanya untuk siapa ia muncul dengan tiba-tiba...mungkinkah dengan ridha-Nya atau hanya mengundang murka-Nya...
Jika benar cinta itu karena Allah maka biarkanlah ia mengalir mengikuti aliran Allah karena hakikatnya ia berhulu dari Allahmaka ia pun berhilir hanya kepada Allah..
" Dan segala sesuatu Kami ciptakan berpasang-pasangan supaya kamu mengingat kebesaran Allah ." (QS. Adz Dzariyat:49)
" Dan kawinkanlah orang-orang yang sendirian diantara kamu, dan orang-orang yang layak (berkawin) dari hamba-hamba sahayamu yang lelaki dan hamba-hamba sahayamu yang perempuan. Jika mereka miskin Allah akan memampukan mereka dengan kurnia-Nya. Dan Allah Maha luas(pemberian-Nya) lagi Maha Mengetahui. " (QS. An Nuur: 32)
" Dan di antara tanda-tanda kekuasaan-Nya ialah Dia menciptakan untukmu isteri-isteri dari jenismu sendiri, supaya kamu cenderung dan merasa tenteram kepadanya, dan dijadikan-Nya diantaramu rasa kasih dan sayang. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda bagi kaum yang berfikir. "  (QS. Ar-Ruum:21)
Tapi jika memang kelemahan masih nyata dipelupuk mata maka bersabarlah... berdo'alah... berpuasalah...
" Wahai kaum pemuda, siapa saja diantara kamu yang sudah sanggup untuk menikah, maka menikahlah, sesungguhnya menikah itu memelihara mata, dan memelihara kemaluan, maka bila diantara kamu belum sanggup untuk menikah, berpuasalah, karena ssungguhnya puasa tersebut sebagai penahannya " (Hadist) "
" Dan janganlah kamu mendekati zina; sesungguhnya zina itu adalah suatu perbuatan yang keji. Dan suatu jalan yang buruk. " (QS. Al Israa' :32)
Cukup cintai ia dalam diam...
bukan karena membenci hadirnya.. .tapi menjaga kesuciannya bukan karena menghindari dunia... tapi meraih surga-Nya bukan karena lemah untuk menghadapinya.. .tapi menguatkan jiwa dari godaan syaitan yang begitu halus dan menyelusup..
Cukup cintai ia dari kejauhan...
karena hadirmu tiada kan mampu menjauhkannya dari cobaan karena hadirmu hanya akan menggoyahkan iman dan ketenangan karena hadirmu mungkin saja akan membawa kenelangsaan hati-hati yang terjaga...
Cukup cintai ia dengan kesederhanaan...
memupuknya hanya akan menambah penderitaan menumbuhkan harapan hanya akan mengundang kekecewaan mengharapkan balasan hanya akan membumbui kebahagiaan para syaitan...
Maka cintailah ia dengan keikhlasan...
karena tentu kisah Fatimah dan Ali bin Abi Thalib diingini oleh hati... tapi sanggupkah jika semua berakhir seperti sejarah cinta Salman Al Farisi...?
"...boleh jadi (pula) kamu menyukai sesuatu, padahal ia amat buruk bagimu. Allah mengetahui, sedang kamu tidak mengetahui. " (QS. AlBaqarah:216) "
" Wanita-wanita yang keji adalah untuk laki-laki yang keji, dan laki-laki yang keji adalah buat wanita-wanita yang keji (pula), dan wanita-wanita yang baik adalah untuk laki-laki yang baik dan laki-laki yang baik adalah untuk wanita-wanita yang baik (pula). Mereka (yang dituduh) itu bersih dari apa yang dituduhkan oleh mereka (yang menuduh itu). Bagi mereka ampunan dan rezki yang mulia (surga)" (QS.An Nuur:26) "
Cukup cintai ia dalam diam dari kejauhan dengan kesederhanaan dan keikhlasan...
karena tiada yang tahu rencana Tuhan... mungkin saja rasa ini ujian yang akan melapuk atau membeku dengan perlahan karena hati ini begitu mudah untuk dibolak-balikan... serahkankan rasa yang tiada sanggup dijadikan halal itu pada Yang Memberi dan Memilikinya biarkan ia yang mengatur semuanya hingga keindahan itu datang pada waktunya...
" Barangsiapa menjaga kehormatan orang lain, pasti kehormatan dirinya akan terjaga. " (Umar bin Khattab ra.)
Artikel iluvislam.com 


Semoga setiap pilihan kita itu dibawah bimbinganNya.

Selalu kita mahukan sesuatu untuk memenuhi kehendak diri kita,

tapi sering kita lupa, Allah tidak akan berikan setiap yang kita mahu tetapi Dia berikan setiap yang kita perlu. 


Jadi, sekarang saya akan fokuskan diri, gandakan usaha untuk menjadi seorang Ummi yang berjaya. 
Kelak kekanda saya akan tiba jua. Kalau bukan di dunia, akan ketemu jua di syurga sana. Biiznillah.. :)
Post a Comment

GARDEN OF KNOWLEDGE

Pautan luar